Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ilmu Komunikasi

Peran Jurnalistik Terhadap Citra Penerbangan Indonesia

AirnavIndonesia atau Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) merupakan perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pelayanan jasa keselamatan dan navigasi penerbangan. Setiap pergerakan pesawat baik sipil maupun militer beroperasi  menggunakan pelayanan Airnav Indonesia yang meliputi lebih dari dua ratus bandar udara di Indonesia. Sebagaimana motto yang dipegang dalam pemberian pelayanannya bahwa, “The sky is vast, but there is no room for error,” atau yang bermakna “Langit itu luas, namun tak ada ruang bagi kesalahan,” pemberian pelayanan dilakukan separipurna mungkin. Lebih lanjut, citra penerbangan Indonesia dalam hal ini Airnav Indonesia  cukup dipengaruhi oleh peran jurnalistik . Jurnalis mengolah informasi yang diperoleh untuk kemudian dirangkai menjadi sebuah berita yang siap untuk dikomsumsi oleh khalayak ramai. Peran jurnalistik dipandang cukup besar pengaruhnya dalam membentuk image  perusahaan. Apabila dalam sajiannya jurnalis b...

Komunikasi Nonverbal dalam Komunikasi Antarpribadi

Sama halnya dengan bahasa verbal, pesan-pesan nonverbal pun terikat pada lingkungan budaya tempat komunikasi berlangsung. Oleh sebab itu, dalam komunikasi antarpribadi yang banyak menggunakan pesan-pesan nonverbal, diperlukan juga pemahaman atas lingkungan budaya tempat kita berkomunikasi. Tanpa memiliki pengetahuan dan pemahaman yang memadai ada kemungkinan komunikasi nonverbal disalahartikan atau disalahtafsirkan. Karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui pengertian, fungsi dan jenis-jenis komunikasi nonverbal yang biasa kita pergunakan dalam komunikasi sehari-hari. Komunikasi nonverbal ini pun sangat penting dipahami karena banyak dipergunakan dalam menampilkan dan menjaga citra seseorang. Dalam pemilihan kepala daerah misalnya, seorang kandidat diharapkan tampil dalam gambaran sosok tertentu yang sesuai dengan harapan masyarakat di daerah tersebut. Dengan komunikasi nonverbal pulalah seorang dosen dapat menjelaskan materi pembelajarannya dengan komunikasi nonverbal. Sel...

Komunikasi Antar Budaya dan Komunikasi Lintas Budaya

Komunikasi antarbudaya dan komunikasi lintas budaya merupakan bentuk komunikasi heterofilus (heterophilus communication ) yang wajar terjadi di era globalisasi seperti saat ini. Komunikasi heterofilus merupakan proses komunikasi yang terjadi di antara individu-individu yang memiliki perbedaan satu sama lain. Komunikasi antar budaya (intercultural communication) merupakan kajian komunikasi yang berfokus pada praktik komunikasi interpersonal yang terjadi di antara individu-individu yang memiliki perbedaan latar belakang kultural. Unit analisis yang ada dalam kajian ini adalah relasi dan praktik komunikasi interpersonal di antara mereka. Bentuk-bentuk komunikasi antarbudaya antara lain komunikasi antara suku bangsa yang berbeda, kelompok agama yang berbeda, negara-negara yang berbeda, subkultur yang berbeda, serta jenis kelamin yang berbeda. Contoh komunikasi antarbudaya: Komunikasi antara orang Jawa dan orang Batak; Komunikasi antara pemeluk agama Islam dan pemeluk agama ...

Formulasi Analisis Logika

Formulasi analisis jika diterapkan pada “manusia” berdasarkan sifatnya dan hubungannya dengan mahluk hidup lain dapat terbentuk dari penguraian atau pemecah belahan bagian lingkungan sosial manusia sampai ke unsur paling dasar manusia itu sendiri. Bagian dan keseluruhannya selalu berhubunngan. Contohnya adalah sebagai berikut: “Manusia” berasal dari berbagai bangsa, misalnya bangsa Indonesia, bangsa Amerika, bangsa Yahudi, bangsa Cina, dan lain-lain. “Bangsa Indonesia” diperinci terdiri dari suku Jawa, suku Bali, Suku Bugis, suku Dayak, dan lain-lain. “Rakyat Indonesia keturunan asing” terdiri dari keturunan Cina, keturunan India, keturunan Arab, dan keturunan bangsa-bangsa lainnya. Analisis “manusia” berdasarkan sifat dan hubungannya dengan makhluk hidup lain pun meliputi: a.        Manusia terhadap manusia lainnya; b.       Manusia terhadap hewan; c.        Manusia terhadap tumbuhan; d.  ...

Kesalahpahaman Tentang Ilmu Pengetahuan

Setidaknya ada empat kesalahpahaman tentang ilmu pengetahuan yang perlu kita ketahui. Kesalahpahaman tersebut antara lain: Pertama , ada anggapan bahwa tujuan sains adalah mengumpulkan (mengakumulasi) fakta . Ini anggapan yang salah . Fakta memang “bahan baku sains yang paling esensial”. Tapi, fakta saja tanpa pengorganisasian fakta-fakta yang baik dan benar adalah sia-sia. Misalnya kita mempunya pendapatan per kapita per tahun di negara A adalah $2580. Fakta ini tidak memiliki arti apa-apa jika tidak dihubungkan dengan fakta-fakta lain, misalnya harga makanan pokok, biaya kesehatan, biaya pendidikan, dan biaya perumahan. Fakta yang hanya dikumpulkan, berapa pun banyaknya hanya akan menjadi data mati. Kedua , sains tidak pernah mampu menjelaskan kejadian atau gejala alam secara utuh dan menyeluruh . Ini sesungguhnya suatu kebenaran, tetapi memang demikianlah kenyataan keterbatasan sains. Dikatakan, penemuan baru dalam sains selalu menimbulkan pertanyaan baru yang menuntut ja...

Logika dan Bahasa

Pada umumnya, kita telah akrab dengan kata logika. Baik dalam penggunaan sehari-hari, dalam bentuk kemasan mata pelajaran sekolah, atau pun sebagai salah satu mata kuliah di perguruan tinggi. Pembahasan mengenai judul ini sering diulas kembali dari berbagai persepsi. Namun, kali ini saya akan membahas pengenalan logika terlebih dahulu. Kata “Logika” berasal dari bahasa Yunani yaitu logos yang berarti “kata”, “uraian pikiran”, atau “teori”. Jadi, secara etimologis dapat dikatakan bahwa logika adalah ilmu mengenai uraian pikiran. Gambar. Ilustrasi proses penalaran mencapai logika Logika sendiri merupakan cabang filsafat yang bersifat praktis dan berpangkal pada penalaran akal manusia. Di samping itu, logika juga dapat dijadikan sarana ilmu. Oleh karena itu, fungsi logika dalam dasar filsafat dan sarana ilmu adalah sebagai jembatan penghubung. Jembatan penghubung tersebut bekerja untuk menemukan suatu kesimpulan terhadap suatu keadaan mengenai benar atau salah. Penyimpulan ...

Change of Attitude

Carl Hovland from Yale University which leads a research after World War II found that change of attitude was a result of persuasive communication. Change of attitude was a direct impact of something persuasively, as a form of social effect to change others feeling or behavior . The effectiveness of persuasive was decided by the quality of sources or communicator whom doing the persuasive, include its content, presentation of the messages, motive, and the ability of audience. Here it is, the component of persuasive communication which able to impact the attitude: a. Source The first information will be accepted is the source characteristic which convey the message. According the resource, it consists by two variables: credibility and attractiveness. Credibility . A message may give a huge chance to attitude change if presented by a credible communicator and supported by a proper knowledge needed. A credible communicator also can be someone look alike a sincere and honest person. ...

Evaluasi Program Hubungan Masyarakat

Oleh: Umi Muthiah Syahirah Mata Kuliah: Hubungan Masyarakat Evaluasi program humas (hubungan masyarakat) bagi humas sendiri bermanfaat untuk menghindari kesalahan berulang-ulang, pekerjaan lebih terkonsentrasi, penentuan estimasi biaya atau pun sumber daya manusia, serta waktu lebih efisien. Manfaat evaluasi bagi program humas menurut Gregory (2001) sebagai berikut a. Memfokuskan usaha Jika kita tahu bahwa pengukuran akan dilakukan berdasarkan jumlah target yang disetujui, kita akan memfokuskan diri pada hal-hal yang penting dan meletakkan hal-hal sekunder dalam pengawasan. b. Menunjukkan keefektifan Jika berhasil mencapai apa yang telah ditetapkan, tidak ada seorang pun yang dapat menariknya kembali. Dengan demikian, kita bias menunjukkan nilai kita. c. Memastikan efesiensi biaya Karena kita berkonsentrasi pada hal-hal yang menjadi prioritas,kita akan menggunakan anggaran dan waktu (yang juga berarti uang) untuk hal-hal yang berarti dan memberikan hasil yang bagus. ...

Cara Pandang dalam Memilih Pemimpin

Oleh: Umi Muthiah Syahirah Mata Kuliah: Psikologi Komunikasi Ada beragam cara yang ditempuh orang untuk menemukan pemimpin. Paling tidak, ada tiga cara pandang tentang siapa yang pantas memimpin, yaitu: § Pendekatan bahwa pemimpin yang baik dilahirkan Ini adalah cara pandang yang tradisional karena melihat kepemimpinan membutuhkan bakat atau sesuatu yang diwariskan. Dalam hal ini, pemimpin yang baik tidak diciptakan melainkan dilahirkan. Asumsinya adalah kecakapan memimpin hanya dimiliki orang-orang yang dilahirkan dengan kecakapan itu dan tidak akan dimiliki orang –orang yang tidak dilahirkan dengan kecakapan itu. Contoh: Sistem kepemimpinan pada masa lalu di kebanyakan daerah di Indonesia sebelum kemerdekaan yaitu di kerajaan-kerajaan Nusantara, jauh sebelum Indonesia merdeka.. § Pendekatan bahwa kepemimpinan adalah soal gaya Pendekatan ini memperhatikan keberhasilan pemimpin akan tergantung pada gaya kepemimpinannya. Klasifikasi gaya kepemimpinan menurut White dan Lippit...

Dampak Kekuasaan Sosial

Oleh: Umi Muthiah Syahirah Mata Kuliah: Psikologi Komunikasi Sebelum membahas lebih jauh mengenai dampak kekuasaan sosial, perlu diketahui bahwa studi mengenai konformitas dan kepatuhan ini tidak hanya berbeda dalam susunannya, tetapi berbeda dari tekanan yang muncul yang mengharuskan diri untuk menyesuaikan. Yang demikianlah yang disebut kekuasaan (power). Power yang dimaksud dalam lingkup sosial didefinisikan sebagai kekuatan dari pemberi pengaruh yang digunakan untuk memberikan perubahan sikap dan perilaku seseorang. Bertram Raven dan kawan-kawan mengidentifikasi beberapa tipe  power; yaitu: Reward  power: yaitu kekuasaan imbalan yang bergantung peda kepemilikan kekayaan; Coercive  power:  yaitu kekuasaan untuk menghukum; Legitimate  power: yaitu kekuasaan yang wewenangnya disebabkan status atau kedudukan sosial;   Referent  power: yaitu kekuasaan untuk memberikan pengaruh atas dasar rujukan; Expert  power: yaitu kekuasaan ...

Inovasi dan Kreativitas

Berkembanglah dengan Inovasi Oleh: Umi Muthiah Syahirah Mata kuliah: Asas-Asas Manajemen Di samping melaksanakan fungsi perencanaan, pengorganisasian, aktuasi, dan pengawasan maka seorang manajer juga dituntut untuk dapat melaksanakan fungsi lain yaitu fungsi inovasi (innovation).  Menurut Peter Ducker dalam memimpin suatu bisnis (business)  seorang manajer tidak dapat hanya mengerjakan pekerjaan-perkerjaan administratif atau pengambilan keputusan saja (decision making) , tetapi ia juga harus mengerjakan pekerjan yang lebih kreatif.  Bila hanya berfokus pada tugas umum, maka perusahaan dimana ia berada hanya akan terus berada dalam keadaan statis. Dampak jangka panjang yang mungkin muncul adalah kemunduran potensi perusahaan hingga hilangnya kemampuan berkompetisi dengan perusahaan lainnya. Sehubungan dengan itulah, fungsi inovasi juga perlu dimasukkan dalam fungsi manajemen. Adapun dalam buku Ernest Dale, yaitu  Management Theory and Practice, d...

Peran Pers dalam Kontrol Sosial

Kontrol Sosial oleh Pers  di Era Reformasi Di era kecanggihan teknologi informasi seperti sekarang ini, ada sebagian pendapat yang mengatakan bahwa masyarakat tidak bisa lagi melakukan fungsi kontrol sosial kepada individu. Menurut saya peran pers sebagai salah satu institusi sosial di masyarakat dalam melakukan fungsinya untuk melakukan kontrol sosial penting dan vital. Peran dan fungsi media dalam membangun opini publik, alangkah indahnya seandainya media harus benar-benar selalu dan terus menerus menjalankan fungsi dan peran media sebagai kontrol sosial bukan hanya pada kasus-kasus tertentu saja, akan tetapi bagaimana media bisa benar-benar bekerja dan mengungkap seluruh aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan kehiduan sosial yang terjadi di masyarakat. Media massa mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan sosial. Karena perannya yang sangat potensial untuk mengangkat opini publik sekaligus sebagai wadah berdialog antar lapisan masyarakat. Terkait dengan kenaika...

Pengertian Institusi

Pengertian dan Gambaran Institusi dalam Tatanan Sosial Oleh: Umi Muthiah Syahirah Mata Kuliah: Pengantar Sosiologi Tatanan sosial adalah suatu lingkungan sosial dimana individu-individunya saling berinteraksi atas dasar status dan peranan sosial yang diatur oleh seperangkat norma dan nilai. Institusi sosial adalah elemen dalam tatanan sosial. Institusi sosial diartikan sebagai norma-norma, aturan-aturan, dan pola-pola organisasi yang dikembangkan di sekitar kebutuhan-kebutuhan pokok yang terkait pengalaman masyarakat. Berdasarkan fungsinya, institusi sosial terbagi menjadi: Kinship/domestic institution,  economic institution,  educational institution,  scientific institution,  aesthetic/recreational institution,  religious institution,  political institution,  somatic institution,  family institution,  police institution, etc.  Untuk gambaran lebih jelas mengenai kesinambungan beberapa institusi saya merekomendasik...